Create Yours  Create Yours

Top 250 Titon Rahmawan Quotes (2026 Update)
Page 3 of 6

Titon Rahmawan Quote: “Ini pesanku buat diriku sendiri dan juga kepada semua penulis pemula: “Tetaplah hidup! Sampai kau berhasil menaklukkan dunia, atau dunia yang akan menaklukkanmu.”
Titon Rahmawan Quote: “Bukan aku yang menentukan keberadaanku, melainkan kebenaran yang ada di luar diriku. Aku berasal darinya dan bukan sebaliknya. Dialah yang menyatakan dirinya di dalam keberadaanku. Baginya, aku hanyalah sekadar obyek dari keberadaan.”
Titon Rahmawan Quote: “Buku yang baik tidak pernah selesai dibaca. Buku yang serupa itu sama sekali tidak menjemukan, meskipun kita membacanya berulang ulang kali.”
Titon Rahmawan Quote: “In the eyes of people, I might not be loyal to one guy. Because my loyalty is not to men, but to my own principles. And that’s what keeps me going. Not just surviving as a human. I guess that’s what makes me so loved. In fact, not by just one man.”
Titon Rahmawan Quote: “Kemalangan, kecelakaan, bencana, penderitaan, penyakit, mala petaka, mara bahaya, nasib buruk itu mesti dilihat sebagai sisi lain dari kemanusiaan. Supaya kita memiliki kesadaran dan tidak merasa jumawa, bahwa sebagai manusia kita tidak bisa mengendalikan takdir kita sendiri.”
Titon Rahmawan Quote: “Lama kelamaan, ini menjadi sesuatu hal yang menyakitkan. Menanti kehadiran pesan pesannya setiap waktu. Kata katanya telah menjelma menjadi air terjun yang menyihir pikiranku. Namanya memenuhi mimpi mimpiku. Dan setiap cermin adalah luka yang menera wajahku saat menunggu kedatangannya.”
Titon Rahmawan Quote: “Kamu tidak harus menjadi sesuatu untuk bisa menulis sesuatu. Selama kamu punya imajinasi, kamu bisa menulis apa saja. Sebagaimana aku tidak harus pergi ke Maroko untuk bisa menulis tentang kehidupan orang orang Marrakesh.”
Titon Rahmawan Quote: “Seperti kendi berisi air yang bisa menghilangkan dahaga semua orang yang lewat. Menurutku, tidak ada kebahagiaan serupa itu. Kebahagiaan karena dibutuhkan, kebahagiaan karena dicintai, karena rasa syukur, karena tidak ada yang lebih berharga selain daripada sebuah pemberian yang tulus. Sebuah pemberian yang tidak mungkin ditolak.”
Titon Rahmawan Quote: “Bagian terbaik dari sebuah cerita adalah ketika engkau mulai merasakan detak kehidupan di dalam ceritamu. Ketika engkau dapat merasakan kesesuaian ceritamu dengan realitas. Bukan sebagai tiruan dari realitas, melainkan sebagai sebuah dunia yang membentuk dirinya sendiri. Sedemikian dekat, sedemikian hidup. Seperti layar hand phone yang engkau sentuh, dan kata kata berhamburan seperti hujan turun dari langit.”
Titon Rahmawan Quote: “Tembang lantunkan kembang. Gaungkan batas. Tak ada tertulis di cakrawala selain senyap. Mengalun segala bunyi, segala nada, segala irama, tautkan mimpi dan angan-angan. Langit lengang. Pijar tawa bocah bersanding temaram bulan, bergelayut di runcing bintang, bergelung di ikal mentari. Sunyi menera bunyi, satu-satunya bunyi dalam dirimu.”
Titon Rahmawan Quote: “Adakah kupahami engkau di balik hijau sihir kata kata? Adakah kutangkap dirimu dalam misteri hitam sebait puisi?”
Titon Rahmawan Quote: “Kamu tahu, mengapa kebanyakan orang tidak mau mendengar penjelasan? Karena orang tidak membutuhkan alasan untuk membenarkan diri mereka sendiri.”
Titon Rahmawan Quote: “Tapi kita tak pernah mau bicara tentang kesedihan tanpa meninggalkan jejak luka. Kita bahkan tak menyadari, bahwa di balik luka yang mengeram di dalam tubuh seekor tiram, terkandung sebuah mutiara yang indah.”
Titon Rahmawan Quote: “Ketahuilah, cinta tidak cuma melihat pada apa yang indah. Mengalami apa yang baik dan menyenangkan. Cinta tidak selalu seperti itu. Justru ia diuji ketika segala sesuatu tidak lagi terlihat indah, tidak lagi terasa baik dan menyenangkan. Pada saat serupa itulah, kita akan menangkap dan memahami hakekat cinta yang sesungguhnya.”
Titon Rahmawan Quote: “Aku tidak menghindari apa pun. Aku mencoba, aku mencari dan aku berusaha. Kadang menemukan, kadang tidak. Kadang berhasil, namun lebih sering gagal. Ada banyak pertanyaan yang tidak terjawab. Tapi aku tidak berhenti. Kalau pun harus berhenti, hanya untuk memastikan bahwa aku akan tetap baik baik saja. Aku menikmatinya. Perjalanan ini, betapa pun berat selalu ada sisi yang menyenangkan. Apa pun yang sudah aku lalui, tak akan membuatku surut. Yang aku tahu pasti, aku merasa bahagia.”
Titon Rahmawan Quote: “We humans tend to believe what we think is true, even though what we believe is not necessarily true. It is difficult for us to escape the sparks of subjectivity.”
Titon Rahmawan Quote: “Bukan dunia di luar dirimu yang bisa membuat hidupmu bahagia, melainkan penerimaan dan sikapmu pada dirimu sendiri. Tidak ada seorang pun yang bisa menggantikan dirimu menanggung penderitaan dan kesusahan. Dan demikian pula, tidak ada orang lain yang bertanggung jawab atas kebahagianmu selain dari dirimu sendiri. Sebab surga atau neraka itu hadir bukan sekedar sebagai sebuah ganjaran, melainkan sebagai konsekuensi dari pilihan hidup kita sendiri.”
Titon Rahmawan Quote: “Buku yang baik, seperti sebuah rumah dengan banyak pintu dan banyak ruangan untuk kita masuki. Ia selalu memberi kita kesempatan untuk melakukan penafsiran yang berbeda dan menghadirkan kesan yang beragam setiap kali kita membacanya. Buku yang baik selalu meninggalkan kesan yang mendalam.”
Titon Rahmawan Quote: “We cannot approach the truth without being crushed. Our brains are too small to determine the answer to the true nature of truth. Who are you that you dare to touch the flames of light of true truth? If you dare to touch it, then you will be scorched to ashes.”
Titon Rahmawan Quote: “To be a prostitute like Mary of Magdalen is better to me than to live with pretense, or to live with someone I love but who never desires me, either as a prostitute or even more so as his lover.”
Titon Rahmawan Quote: “I have to admit, that part of me is a sexual exhibisionist.” She said, “I don’t hesitate to show my real self, completely naked, without pretense, without shame. I enjoy being myself. There is nothing wrong with people when they share in enjoying what I feel.”
Titon Rahmawan Quote: “It was not the freedom of imagination that pushed me to go beyond the boundaries of what my humanity meant. Rather it is reality itself which affirms that I am nothing less than an ordinary human being. In other words, as freely as birds fly in the sky, at one time they need reality as a place to stand on.”
Titon Rahmawan Quote: “The limitations of your five senses are often unable to perceive what you are supposed to perceive. As we will not possibly catch fish with a fishing rod that is not baited.”
Titon Rahmawan Quote: “Religion, I think, is not just a value to memorize and pronounce. It will not mean anything if it is not done and acted upon.”
Titon Rahmawan Quote: “Your thoughts will only lead you astray, keep you away from the truth as long as you harden your heart from reality, that you are filled with limitations. And the hardness of your heart will make your soul fall in the abyss of destruction.”
Titon Rahmawan Quote: “Kamu tak bisa mencerca iblis,” ia tersenyum mencemooh. ” Ia ada dalam pikiranmu. Ia ada dalam dirimu!”
Titon Rahmawan Quote: “Namun berhati hatilah, cinta bisa menjadi sesuatu hal yang menyakitkan ketika kita menjadi terlampau terikat. Ia berubah menjadi posesif, pencemburu buta dan bahkan pendendam. Ia menjadi egois. Ia melupakan esensi utama dari cinta yang sesungguhnya. Ia tak lagi mau memberi. Ia semakin menuntut. Dan ketika ia tak lagi mendapatkan apa yang ia inginkan, maka ia justru akan kehilangan segala galanya, termasuk cinta itu sendiri.”
Titon Rahmawan Quote: “Yang membuatnya abadi bukanlah sembarang kalimat, melainkan ruh atau makna yang terkandung di dalam kalimat itu. Karena tidak setiap kalimat akan menjadi abadi. Ia menjadi abadi karena meninggalkan jejak di benak dan menyentuh banyak hati.”
Titon Rahmawan Quote: “Those who cannot find beauty in a nakedness cannot understand poetry.”
Titon Rahmawan Quote: “Hidup bergerak seperti sebuah pendulum, dari dorongan hasrat yang paling kuat menuju rasa takut yang paling dalam. Dan demikian pula sebaliknya. Hati dan pikiran manusia senantiasa terombang – ambing di antara keduanya. Sebab kita tak mungkin terbebas dari pengaruh kedua hal itu. Nasiblah yang pada akhirnya akan menentukan, apakah kita akan keluar sebagai pemenang atau sebagai pecundang.”
Titon Rahmawan Quote: “Bagian terbaik dari rumahku bukanlah ruang tamu atau ruang makan melainkan beranda yang penuh dengan tanaman, dan ruang keluarga yang penuh dengan buku. Di tempat itulah aku beroleh ketenangan, kesenangan dan inspirasi.”
Titon Rahmawan Quote: “You can think of me as a crazy woman, I don’t mind at all. I just don’t want you to equate myself with other women. I don’t have to sit like a pretty cat wanting to be pampered like other women do in front of the curbs and rules that seem to protect their rights. But in reality it is only to strengthen and perpetuate male domination.”
Titon Rahmawan Quote: “Is the fate that unites lovers, or lovers who find their destiny?”
Titon Rahmawan Quote: “The fact is, we don’t live in the truth. Everything we do is falsehood and pretense. We are forced to do whatever it takes to exist.”
Titon Rahmawan Quote: “Apakah makna harus ditemukan agar pengertian sampai? Perlukah pengertian dicari agar penghayatan sampai? Mestikah penghayatan diperoleh agar keindahan sampai? Haruskah keindahan diraih agar puisi sampai?”
Titon Rahmawan Quote: “How can a human claim the source of what he believes as the truth, while he has absolutely no idea what is the essence of the true truth?”
Titon Rahmawan Quote: “Penulis yang sesungguhnya, adalah mereka yang mau mendedikasikan diri sepenuhnya pada apa yang ingin ia tulis. Tidak perduli apakah ia harus menghabiskan waktu seumur hidupnya untuk menyelesaikan tulisan itu. Walapun besar kemungkinan tulisan itu akan ditolak dan tidak pernah dipublikasikan sama sekali.”
Titon Rahmawan Quote: “Hunger, pain, sorrow, suffering and death are facts. How we can feel and know that truth exists. As we also understand satiety, joy, health and happiness are real parts of life.”
Titon Rahmawan Quote: “Limitation of our humanity, unable to grasp the truth. What we saw was nothing but an illusion. It is like a thirsty wanderer to see a mirage in a parched desert. We have seen what we want to see, but it is not the ultimate truth. It is a form of thirsty traveler’s longing.”
Titon Rahmawan Quote: “Sungguh sangat disayangkan,” batinku, “Ia seperti menggali luka dan kesedihan dari hati orang lain. Apakah hanya dengan cara seperti itu ia dapat melupakan lukanya sendiri? Apakah dengan umpatan dan makian ia dapat mewujudkan apa yang ia mau?”
Titon Rahmawan Quote: “Joker, menjadikan badut bukan lagi obyek yang lucu untuk ditertawakan.”
Titon Rahmawan Quote: “Menulis itu bukan sekedar menggoreskan pena ke atas kertas. Menulis yang sesungguhnya adalah menggaungkan keabadian melampaui usia peradaban manusia.”
Titon Rahmawan Quote: “Aku tak pernah melupakan dongeng dongeng yang dulu diceritakan oleh nenekku sewaktu aku masih kanak kanak. Aku kemudian tumbuh dan bahkan tetap hidup bersama dengan dongeng dongeng itu hingga aku dewasa. Itu sebabnya aku tak pernah kekurangan bahan untuk menulis cerita.”
Titon Rahmawan Quote: “Our biggest mistake is that we always think that we are the subject of that truth. We feel as the origin of truth. When in fact we are just a jug in the hand of the craftsman. Without the presence of the craftsman, we are just a lump of clay which has no meaning.”
Titon Rahmawan Quote: “People are busy looking for their own happiness, but most of them don’t find it. Because they are looking in the wrong place.”
Titon Rahmawan Quote: “Bagaimana sebuah kalimat bisa memiliki kekuatan yang menghipnotis? Seperti suara hujan yang jatuh menimpa air kolam di pekarangan rumah dan membuat kita terpesona.”
Titon Rahmawan Quote: “When a person cannot see his own darkness, he is not free. He was only free, if he could escape from the shadows that shaded him. This is like the story of little Bruce Wayne who fell into a well and as an adult transformed into the figure of Batman.”
Titon Rahmawan Quote: “Dan bibir, ia tak selalu hadir menjadi sebuah puisi. Ia indah, menawan, walau tak selalu memberi sebuah senyum atau kecupan.”
Titon Rahmawan Quote: “Guru yang bijak tidak menjadikan murid muridnya menjadi seperti burung beo atau bebek bebek yang hanya mampu mengekor dan mengikuti apa yang ia perintahkan. Guru yang bijak, membangun kreativitas dan kemandirian. Bukan cuma mencetak anak anak yang cerdas secara intelektual. Tapi juga anak anak yang berakhlak mulia, berbudi luhur, memiliki empati, tanggap dan peduli kepada sesama.”
Titon Rahmawan Quote: “Takdirkulah untuk menjadi seorang penggoda. Bukan untuk meruntuhkan iman laki-laki, melainkan untuk mengukuhkan keberadaan mereka sendiri. Bagi pria lemah, godaan akan membuat mereka terguncang dan jatuh. Namun bagi pria kuat, mereka akan berdiri semakin teguh seberapa pun besarnya godaan godaan itu.”
PREV 1 2 3 4 5 6 NEXT
Motivational Quotes
Inspirational Entrepreneurship Quotes
Positive Quotes
Albert Einstein Quotes
Startup Quotes
Steve Jobs Quotes
Inspirational Quotes
Success Quotes
Motivational Wallpapers
Courage Quotes
Focus Quotes
Life Quotes
QUOTE TEXT
— ,
Close

Beautiful Wallpapers and Images

We hope you enjoyed our collection of 250 Titon Rahmawan Quotes.

All the images on this page were created with QuoteFancy Studio.

Use QuoteFancy Studio to create high-quality images for your desktop backgrounds, blog posts, presentations, social media, videos, posters, and more.

Learn more